Pembatal Keislaman

Pembatal-Pembatal Keislaman

Ibadah haji merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima, yaitu: Sahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan pergi Haji ke Baitullah bagi yang mampu. Sehingga ibadah haji merupakan kesempurnaan rukun Islam. Namun bagaimana jika yang disempurnakan yaitu ke-Islama-an seseorang tersebut ternyata batal? apa saja pembatal-pembatal keislaman ?

Jika demikian batallah semua  amal termasuk ibadah hajinya. Gururlah semua catatan kebaikan, karena ke-Islam-an (sahadat) merupakan syarat diterimanya amal. Karena itu, ketahuilah beberapa hal yang dapat membatalkan ke-Islam-an seseorang. Dan yang paling banyak terjadi ada sepuluh macam yang wajib dihindari. Pembatal-pembatal keislaman tersebut ialah:

Pembatal Keislaman yang Pertama

Menyekutukan Allah (syirik) dalam ibadah. Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah niscaya Allah akan mengharamkan sorga baginya dan tempat tinggalnya (kelak) adalah neraka, dan tiada seorang penolongpun bagi orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:72)

Dan diantara perbuatan syirik tersebut adalah: meminta ao’a dan pertolongan kepada orang-orang yang telah mati, begitu pula bernadzar dan menyembelih qurban demi mereka.

Pembatal keislaman yang Kedua

Menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah dengan meminta do’a dan syafa’at serta berserah diri (tawakkal) kepada perantara itu. Yang melakukan hal tersebut, menurut kesepakatan Ulama (Ijma’) adalah kafir.

Pembatal Keislaman yang Ketiga

Tidak mengkafirkan orang musyrik, atau ragu akan kekafiran mereka. Ataupun membenarkan paham (madzab) mereka, dengan demikian ia telah kafir.

Pembatal Keislaman yang Keempat

Berkeyakinan bahwa selain tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam itu lebih sempurna, atau berkeyakinan bahwa selain ketentuan hukum beliau itu lebih baik, sebagaimana mereka yang mengutamakan aturan-aturan manusia yang melampaui batas lagi menyimpang dari hokum Allah (peraturan Thaghut) dan mengenyampingkan hukum-hukum Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Maka yang berkeyakinan seperti ini adalah kafir, sebagai contoh:

  1. Berkeyakinan bahwa aturan-aturan dan perundang-undangan yang diciptakan manusia lebih utama daripada syari’at Islam. Atau berkeyakinan bahwa Islam adalah sebab kemunduran kaum muslimin, atau berkeyakinan Islam itu terbatas mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya saja, tidak mengatur urusan kehidupan lain.
  2. Berpendapat bahwa melaksanakan hukum Allah dalam memotong tangan pencuri, atau merajam pelaku zina yang telah kawin (muhshan), tidak sesuai lagi dimasa kini.
  3. Berkeyakinan dengan duperbolehkannya menggunakan selain hukum Allah dalam segi mu’amalat syari’at (seperti:  perdagangan, sewa-menyewa, pinjam-meminjam dsb.), atau dalam menentukan hukum pidana, atau lainnya, sekalipun tidak disertai dengan keyakinan bahwa hukum-hukum tersebut lebih utama dari pada Syari’at Islam. Karena dengan demikian ia telah menghalalkan apa yang diharamkan Allah menurut kesepakatan Ulama (Ijma’). Sedangkan setiap orang yang menghalalkan apa yang sudah jelas dan tegas diharamkan oleh Allah dalam riba dan penggunaan perundang-undangan selain syari’at Allah, maka ia adalah kafir menurut kesepakatan umat Islam (Ijma’).

Pembatal keislaman yang Kelima

Membenci sesuatu yang telah ditetapkan oleh Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, sebagai syari’at beliau, walaupun ia mengamalkannya, maka ia menjadi kafir, karena Allah telah berfirman:

“Demikian itu adalah dikarenakan mereka benci terhadap apa yang diturunkan oleh Allah, maka Allah menghapuskan (pahala) segala amal mereka.” (Muhammad:9)

Pembatal Keislaman yang Keenam

Memeperolok-olok sesuatu dari ajaran Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ataupun terhadap pahala maupun siksaan yang telah menjadi ketetapan agama, maka ia menjadi kafir, karena Allah berfirman:

“Katakanlah (wahai Muhammad), terhadap Allah-kah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kau sekalian memperolok-olok? Tiada arti kamu meminta maaf, karena engkau telah kafir setelah beriman.” (At-Taubah:65-66)

Pembatal Keislaman yang Ketujuh

Sihir, diantaranya ialah ilmu guna-guna (sarf) yaitu merubah kecintaan seseorang suami terhadap istrinya hingga menjadi benci, begitu pula ilmu pekasih, yaitu menjadikan seseorang mencintai sesuatu yang tak disenanginya dengan cara-cara syetan. Maka barangsiapa yang mengerjakan sihir atau senang dan rela dengannya maka ia adalah kafir. Karena Allah berfirman:

“Sedang kedua malaikat itu tidak mengajarkan (suatu sihir) kepada seorangpun sebelum mengatakan, sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir.” (Al-Baqarah:102)

Pembatal Keislaman yang Kedelapan

Membantu dan menolong orang-orang musyrik untuk memusuhi kaum muslimin, karena Allah berfirman:

“Dan barangsiapa diantara kamu mengambil mereka (Yahudi dan Nasrani) menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)

Pembatal Keislaman yang Kesembilan

Berkeyakinan bahwa ada sebagian orang yang diperbolehkan tidak mengikuti syari’at Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka yang berkeyakinan seperti ini adalah kafir, karena Allah berfirman:

“Barangsiapa menghendaki selain Islam sebagai agama, maka tak akan diterima agama itu darinya, dan ia diakhirat tergolong orang-orang yang merugi.” (Ali Imran:85)

Pembatal Keislaman yang Kesepuluh

Barangsiapa berpaling secara keseluruhan dari agama Allah, atau dari hal-hal yang menjadi syarat mutlak sebagai muslim, tanpa mempelajarinya dan tanpa melaksanakan ajarannya. Karena Allah berfirman:

“Tiada yang lebih zalim daripada orang yang telah mendapatkan peringatan melalui ayat-ayat Tuhannya, kemudian berpaling daripadanya, sesungguhnya Kami akan menimpakan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (As-Sajadah:22)

“Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan mereka.” (Al Ahqaf:3)

Dalam hal yang membatalkan keislaman ini, tak ada bedanya dalam hukum, antara yang main-main dan yang sungguh-sungguh bersengaja melanggar ataupun karena takut kecuali jika terpaksa. Semoga Allah melindungi kita dari hal-hal yang mendatangkan kemurkaan-Nya dan siksa-Nya yang pedih.

Pembatal-Pembatal Keislaman

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Assalaamu alaikum wr wb, Kepada para calon jamaah umroh PT Alhijaz Indowisata yang dimuliakan Allah swt,….. Kabar Gembira …..untuk keberangkatan PERIODE tahun 2017 dan tahun 2018..... Paket-paket telah tersedia .....Segera daftar sebelum kehabisan Seat.....Klik Jadwal (Menu) diatas